Susah dulu nikmat kemudian

Jadi enterprenuer muda itu gak gampang, percaya ngak ? Aku mau cerita nih tentang pengalamanku menjual takjil selama sepuluh hari di bulan ramadhan yang alhamdulillah bikin aku tambah cerdas, lebih peka, dan tetap semangat in sya allah kedepannya.

Hari itu, 31 Mei 2017 aku dan temanku di beri modal oleh dosen sebesar Rp. 150.000.00 untuk berjualan takjil, di akhir acara modal itu harus kembali kepada pemiliknya (baca: dosen). Kami (baca: aku dan temanku) sama-sama mau jualan es bedanya kalau dia sop buah dan aku es yang masih tidak jelas apa namanya😉 aku yang niatnya mau jualan es teller alpukat yang isinya adalah; Alpukat, nangka, kelapa muda, dan nata de coco ala resep yang aku temukan di facebook berakhir gagal karena buah alpukat dan nangka yang mau aku beli tidak ada di pasar karena memang lagi mahal😯 akhirnya aku cari buah pengganti alpukat, dibelilah yang namanya buah blewa tapi.. yang awalnya aku hanya mau membeli lima buah akhirnya membeli seplastik merah ukuran jumbo karena kasihan pada nenek yang jual. Dalam hati sebenarnya masih kepikiran kenapa beli terlalu banyak. Gudir dan kelapa muda pun sudah aku beli. Malamnya mulai jualan meski es ku tak seenak temanku😂 habis tadarus ternyata rasanya basi😢setelah di telusuri kelapanya yang basi hingga ngefek ke yang lain aku mulai panik karena siangnya aku beli kelapa muda terlalu banyak, lalu bagaimana aku bisa mengembalikan modalnya ? Belum lagi ternyata blewanya juga tak enak rasanya😯 esoknya dapat kabar dari teman kalau semua blewa yang aku titipkan dirumah temanku pada busuk 😢




Alhamdulillah dari perjalanan itu ada yang pesan 50 cups dan aku pun bisa menyajikannya lebih enak😊 

Hasil dan rasa lebih baik

Komposisinya meliputi; mutiara, blewa, nata de coco, gudir dua warna (merah dan hijai), dan kelapa muda. Harga jualnya untuk cup ini Rp. 3.000,00 kalu yang besar harganya Rp. 5.000,00 Alhamdulillah kelapa yang kemaren masih bisa di pakek setelah dicuci bersih karena penyebab tidak enaknya itu karena air kelapa aku satukan dengan kelapa mudanya seharusnya tidak begitu kalau mau di gunakan untuk jangka waktu panjang. 50 pesanan cups tersebut alhamdulillah bisa mengembalikan modal dan aku pun juga dapatlah penghasilannya. Uang hasil dari jualannya pun aku gunakan untuk mendaftar lomba di salah satu kampus Sumenep, alhamdulillah harapannya semoga saja barokah.
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments