Bali Dalam Satu Keranjang; Explore Kebudayaan Bali Sehari Hanya di Kampung Langit

14 comments

Ngomongin Bali tuh bener, selalu bikin mata terbelalak untuk menyaksikan budayanya, menikmati alamnya, hingga interaksi sosialnya. Dari sekian keindahan itu yang paling menarik dari Bali adalah Sosio culturalnya. Kali pertama kesana saat masih SMP entah kenapa sudah merasa such as love at first sight.

Sebelumnya aku mau cerita nih kalau aku adalah salah satu peserta WHCI Bali 2019
Yang tereleminasi hiks hiks. WHCI sendiri merupakan kepanjangan dari
World Heritage Camp Indonesia yang merupakan program persembahan Kemendikbud. Program itu sangat menarik bagiku karena belajar tentang warisan dunia yang disahkan oleh UNESCO. Subak  yang bisa dibilang sebuah organisasi masuk dalam warisan dunia lhoo.
How could it be?
Subak merupakan sebuah sistem
irigasi dengan filosofi Agama Hindu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebaikan) yang mengutamakan harmonisasi antara
individu dengan alam (parahyangan), dunia manusia (pawongan),dan alam (palemahan). Karena masyarakat Bali setia kepada tradisi leluhur, subak mampu bertahan lebih dari satu abad. Atas pengaturan perairan secara adil, kompak, dan segala masalah dibicarakan bersama bahkan sampai penetapan waktu tanam dan jenis padinya lhoo. Jadi hasil panen padinya selalu ok. Jika warga melanggarpun ada sangsi yang sudah disepakati bersama melalui upacara yang dilakukan di Pura. Keren ya! Makanya UNESCO sudah mengesahkan Subak sebagai warisan dunia😍.

Karena niat ingin menambah ilmu, qadarullah melalui caraNya ditakdirkan belajar beneran melalui jalan lain dengan kurun waktu sesingkat singkatnya di The Keranjang yang merupakan tempat oleh oleh seperti Krisna oleh oleh. Keunggulan dan keunikan di the keranjang sebagai berikut;
bangunan seperti keranjang, terdapat banyak sport foto bagian depan, lahan parkir sangat luas, pegawai menggunakan pakaian beserta accesories khas Bali, yang sangat top terdapat kampung langit sebagai edukasi wisata dan pada malam hari di halaman depan  pintu keluar
terdapat outdoor cafe dan mini stage. Oh ya the keranjang merupakan bisnis penyanyi ternama tanah air yaitu teh Melly Goeslaw bersama suami dan baru launching
akhir Mei 2019 tahun lalu jadi tak heran kalau banyak teman artis berkunjung kesini hihi.

Penampakan The Keranjang malam hari

Di lantai paling atas (lantai 3) merupakan ruangan yang bernama kampung langit. Di sana kita akan disuguhkan berbagai macan kegiatan orang Bali sehari harinya seperti;
1.Bale Jane
Kegiatan yang akan dilakukan disini adalah Menggibung. Karena sistem pengkastaan di Bali masih berlaku hingga saat ini. Maka
untuk menyamaratakan tingkatkan sosial itu, menggibung menjadi solusinya. Yaitu masak menggunakan tengku kemudian makan  bersama dengan duduk bersama.
2. Kopi
Serangkaian kegiatan disini yaitu membuat kopi mulai dari awal pemetikan, menggiling, menjemur, disangrai, lalu diseduh hingga diseruput kopinya. Asyik tenan bukan?
3. Panggung teater
Setiap jam perhari selalu ada pertunjukan sesuai dengan schedule yang di buat. Tempatnya lumayan menampung banyak partisipan kok jadi sah sah saja kalau mau ngajak doi hingga keluarga besar.
4. Membuat gelang Tridatu & Sangadatu sebagai pelindung pemakai
Secara etimologi Tri artinya tiga dan datu artinya kekuatan jadi gelang Tridatu adalah lambang kekuatan 3 dewa. Arti dari masing-masing warna adalah;
Dewa Brahma = warna merah
Dewa Wisnu = warna hitam
Dewa Siwa = warna putih
Sedangkan Sangadatu sendiri merupakan simbol dari Ida Batara Isa Dewata. Yakni sembilan dewa penguasa penjuru mata angin. Arti dari sembilan warna tersebut adalah;
Dewa Brahma = warna merah
Dewa Mahadewa = warna kuning
Dewa Wisnu = warna hitam
Dewa Siwa = warna abu-abu
Dewa Maheswara = warna merah muda
Dewa Ludra = warna jingga
Dewa Sangkara = warna hijau
Dewa Sambu = warna Biru

5. Pakaian tari tradisional 
Kita juga bisa nih mencoba pakaian tari tradisional khas Bali. Pemakaiannya akan di bantu oleh penjaga masing²  stan.


6. Gebongan
Merupakan simbol persembahan dalam bentuk pengaturan buah yang dikombinasikan dengan kue, makanan ringan, bunga, dan ornamen kelapa kuning. Gebongan ini merupakan simbol persembahan terima kasih kepada sang pencipta atas berkah rahmat, kesuburan, dan keamanan di dunia.

Sumber: travel.detik.com

Dan masih banyak stab lain yang tak kalah serunya. Kamu gak bakal nyesel. Serius!

Kemudian di lantai 2 dan 1 merupakan tempat untuk shopping atau cari oleh-oleh sebelum pulang termasuk kue pie khas Bali. Kalau sudah merasa lapar atau lelah menunggu pembayaran di kasir dan kamu bawa kelaurga, mereka bisa menunggu sambil menikmati makanan di cafe and resto di samping dekat kasir.


Oh ya tiket masuk ke kampung langit untuk warga lokal 75 ribu /2 jam dengan 2 aktivitas dan 125 ribu/5 jam dengan 5 aktivitas.  Aku memilih yang 2 jam karena prediksi waktuku dengan jam tutupnya begitu. Tapi meski hanya bisa melakukan 2 kegiatan ada beberapa stan yang free kok.

Setelah melakukan pembayaran di loket, pengunjung akan di pasangkan sebuah sarung  kamen dan gelang yang akan di cek list setelah melakukan kegiatan.

Sarung dan gelang ceklist pengunjung dan gelang Sangadatu

Setelah itu kita akan memasuki lorong menuju lift yang akan mengantarkan kita ke lantai tiga bersama guide khusus.
So.. kalau berkunjung ke Bali jangan lupa sempatkan kesini yaaa di jalan raya kuta no 70-72 Bali.
For the detail information and video
kindly hit on my YouTube channel at Ovi roro. Thank you!

Bukan Kampung Langit biasa

Ovi RoRo
An ordinary female from Indonesia who prefer write as lifestyle blogger, she proud to be Muslimah and trying to tell something to her own podcast "24 hours with Oviroro"

Related Posts

Comments

  1. Pilihan lokasi wisata cerdas, terlebih saat Bali sedang musim hujan. Wisata indoor di The Keranjang gak kalah seru. Plus, pulangnya langsung bisa beli oleh-oleh. Asik ya mba.

    ReplyDelete
  2. Jalan kuta raya ya Mba.. akan aku ingat itu kalo ke Bali.
    Ada sih beberapa temen yang emang udah stay di sana..
    Nanti kepengen diguide in sama mereka juga kalo ada langkah ke Bali.

    ReplyDelete
  3. Wah aku baru tau ada tempat oleh-oleh ini mba, dan penataannya juga rapi dan bagus. Dulu sih aku cuma taunya Krisna doang wkwkkwk...duh jadi kangen pengen jalan-jalan ke Bali deh

    ReplyDelete
  4. Sampai baca bolak-balik tadi. Baru ngerti kalau Keranjang tuh nama tempat. Hehe...Bagus lah, engga perlu jauh-jauh ke banyak tempat. Eh, tapi seru juga sih sebenernya jalan-jalan...

    ReplyDelete
  5. Ternyata ini pusat oleh-oleh yang menyediakan temat belajar tentang Bali, ya. Saat pertama baca, saya kira diajak ke desa.
    Keren ih Mbak Melly Guslaw (salah eja nama ini pasti), memikirkan tentang pengunjung yang kadang masih "mau lagi" eksplore Bali di waktu sempit.

    ReplyDelete
  6. Pengen banget eh ke Bali. Seru banget ya aktivitasnya di sana Mbak Ovi. Semoga suatu saat bisa jalan-jalan ke sana aamiin

    ReplyDelete
  7. Bali memang punya keunikan nya sendiri. Sejak lama ingin sekali ke Bali tapi terhalang waktu. Semoga saya dan suami ada kesempatan berkunjung kesana untuk menyaksikan kebudayaan nya langsung

    ReplyDelete
  8. Saya pernah sekali ke Bali tapi tak sempat mengunjungi semua destinasi wisata yang populer. Soalnya jauh dari ujung ke ujung, waktu itu hari pertama ke Uluwatu, hari kedua ke Ubud.

    ReplyDelete
  9. Ternyata di Bali tempat-tempat wisatanya keren abis. memang benar Bali merupakan Pulau Dewata. semoga bisa berkunjung kesana tahun ini.

    ReplyDelete
  10. Destinasi wisata yang menarik. Terimakasih,mba sudah menyajikannya. jadi pilihan kalau ke Bali suatu hari nanti.. hehehe

    ReplyDelete
  11. Kenapa sih pada nulis tentang Bali semua. Akku kan jadi ingin ke sana ^^ Semoga tahun ini aku bisa ke Bali.. Bookmarked dulu artikelnya

    ReplyDelete
  12. Kalau pakai pakaian adatnya apakah harus sewa kak? dan berapa duit biayanya saat menggunakan gaun tsb.

    ReplyDelete
  13. Enak juga ya serasa keliling Bali dalam waktu singkat kalau di Kampung Langit ini. Saya tertarik sama seduh kopi yang diawali dari memetik itu. Rasanya nikmat bener.

    ReplyDelete
  14. Free pemakaian sampai puas kok mas Kholis hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter