Socio Traveling; Cara Asyik Menikmati Liburan di Pulau Pisang Lampung Sumatera

 "Dunia ini adalah sebuah buku, dan bagi yang tak berpetualang, maka dia hanya membaca satu halaman saja" ~unknown

Hello Traveller..
Bulan pertama di tahun baru, sudah menjelajahkan kaki kemana saja nih?
Semoga kita bisa mengitari kecantikan dan keberagaman Indonesia lebih jauh lagi ya. Aamin.

By the way, Travelling itu makin asyik kalau rame-rame dan meninggalkan jejak kebaikan bukan? Nah atas seizin semesta, perjalanan kali pertama  berkelana jauh dari pulau garam hingga pulau pisang dari Jawa timur menuju Sumatera dapat terlaksana dengan baik bersama Banana Adventure yang  merupakan salah satu kegiatan Banana Pirates bernama Sosio Travelling melibatkan volunteer dalam aksi projek sosial. Nah udah kelihatan ya perjalanan ini tidak hanya berkelana menikmati pesona Indonesia namun juga mengabdikan diri kepada masyarakat dan memberi dampak kepada sekitar.

 "It feels good to be lost in the right direction" ~unknown


Banana Adventure 2

Sempat galau 
Sejujurnya hati sempat mengkerut karena rasa takut. Setiap kali berpamitan kepada keluarga, kakak senior, kawan, bahkan saat memberi tahu tujuan kepada driver angkutan. Selalu memberikan respon yang sama. Lampung, tepatnya Raja Basah sebagai  titik kumpul peserta dan panitia menjadi momok yang mengerikan.  paling tidak aman, brengsek, dan dikhawatirkan diri ini akan hilang. Setelah acara selesai dan tiba  di rumah,  penasaran masih meluap-luap. Saya pun googling. Hasilnya  pemerintah setempat sudah lama meningkatkan keamanan dan sekarang tinggal isu yang tak berkesudahan.

Manfaat socio Traveling
Kenikmatan yang hakiki bukankah yang bisa berbagi segala rasa? Senang, panik, kenyang, dan ilmu baru?
Nah begitulah socio Traveling, seperti one package gitu.
Bisa kenal peserta & panitia dari berbagai asal,  kampus, dan jurusan. Kemudian, saling menjaga, mengingatkan, merangkul, dan memeluk. Ah moment kebersamaan yang manis.

 "Aku jatuh cinta dengan deretan kota yang belum pernah kudatangi dan pada orang yang belum pernah kutemui" ~unknown

Perjalanan pulang

Menyapa dengan inspirasi
Yang paling berkesan tentu jika memberi senyuman di bibir orang lain. Kegiatan yang kami lakukan selama di sana salah satunya;
a.  Mengajari anak SD tentang berbagai macam profesi & para pahlawan. Harapannya tentu menyalakan lilin dalam hati mereka, bahwa orang kepulauan sangat berhak menjadi apa saja dan bukan itu saja. Meski mereka masih agak kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.
SDN 91 Pulau Pisang

b. Penyuluhan UMKM
Pulau pisang adalah penghasil dan pelaku kain tapis (khas Lampung Sumatera) dengan harga 1 sarung bisa hingga 4 jutaan. Harga di luar melalui tangan ke tangan bisa hingga 8 jutaan. 1 kopiah 250.000, kain permeternya 22.000-30.000 tergantung benang tapisnya. Penyuluhan itu diberikan agar mereka paham memanfaatkan gadget  dan dapat memasarkan produknya secara digital. Dengan begitu tidak terlalu banyak tangan kepada konsumen dan pengrajin tidak stagnan. Kain tapis yang cantik ini dirajut menggunakan benang emas dari India.

Kain tapis dengan benang emas

c. Clean up action
Berbaur dengan masyarakat membersihkan pantai.


d. Pembuatan gardu wisata
Pembuatan gardu wisatak digunakan untuk memudahkan akses para wisatawan dalam mengenal pulau pisang.

Pra pemetaan antara kelompok

Filosofi Pulau Pisang
Menurut informan dan penghuni setempat, penamaan pulau pisang tersebut karena dari darat terlihat seperti pisang. Disisi lain, karena pulau tersebut juga dihuni oleh banyak monyet.


Keadaan pantai pulau pisang
Pulau Pisang dapat dikatakan sebagai surga tersembunyi yang terletak di Kabupaten
Pesisir Barat, Provinsi Lampung, karena memiliki keindahan pulau yang mempesona.
Selain keindahan laut birunya, pulau ini juga menawarkan keindahan terumbu karang dan keanekaragaman biota laut yang cantik serta sekumpulan atraksi lumba-lumba  berenang bebas di lautan.
Secara geografis, pulau kecil ini hanya memiliki luas sekitar 148,82 hektar. Pulau ini masih  sangat asri dan bersih.
Namun sayangnya karena cuaca yang kurang berpihak kami tidak bisa melihat keindahan bioata laut lebih banyak lagi.

Birunya laut pulau pisang

Snorkeling pun tidak bisa dilakukan di laut yang subhanallah cantik sekali bukan?


Nb: foto pertama hingga sebelum terakhir
merupakan jepretan panitia Banana Adventure 2
Baca Juga

Post a Comment

30 Comments

  1. Benar sekali memang pulau pisang memiliki hamparan pantai yang sungguh elok dan menawan. Banyak wisatawan yang terpukau ketika berkunjung ke pulau pisang.

    ReplyDelete
  2. Bagus dan indah sekali, pantainya. Baru tahu ada Pantai Pisang di Lampung. Senang rasanyajika bisa ke sana sambil melakukan banyak hal seperti ini. Membuat hidup terasa lebih berarti.
    Setiapjejak dan kisah membawa kenangan indah, bahwa kita telah melakukan kebaikan.
    Semoga saya bisa segera menyusul. Aamiin

    ReplyDelete
  3. Perjalanan yang luar biasa menarik mbak, pemandangannya juga sangat indah sekali. Saya pernah snorkeling di Jogja tapi airnya tidak sejernih air laut di foto mbak. Pasti lebih menyenangkan kalau bisa snorkeling di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. Semakin jernih dan cantik laut nya semakin bagus pemandangannya.

      Delete
  4. kirain dinamakan pulau pisang karena merupakan pulau penghasil pisang, ternyata bentuknya yg seperti pisang dan dulunya ada banyak kera toh. pulau yg menarik, wajib saya kunjungi suatu hari nanti

    ReplyDelete
  5. Menarik nich pulau pisang...kemarin ke lampung hanya mampir ke pantai mutun saja.. memang Lampung wisata pantainya banyak ya kak

    ReplyDelete
  6. Makin banyak ragam travelling ya. Sekarang socio travelling. Saya seneng baca tentang kegiatan socio travelling khususnya kegiatan clean up, soalnya kan kebanyakan wisatawan malah ngotorin spot wisata yang dikunjungi

    ReplyDelete
  7. Serunya Kak Ovi berkegiatan sekaligus jalan-jalan 😅 Btw pulau pisang itu memang banyak pisang atau gimana Kak? Ehe #penasaran

    ReplyDelete
  8. Wah, asyik banget, gak cuma berwisata, tapi juga berkegiatan sosial di tempat tujuan. Mantap abiss

    ReplyDelete
  9. Mudah2an diperbanyak rejekimu agar bisa lebh banyak traveling dan bermanfaat bagi orang sekitar. Jadi keinget Endank Soekamti kalo bikin album baru, pasti ada kegiatan amal utk orang sekitarnya.

    ReplyDelete
  10. Aku juga paling suka dengan Socio Traveling ini. Gak cuma dapat banyak teman, kita juga dapat banyak ilmu dan pengalaman. Harusnya anak2 muda bisa l3bih di encourage utk ikut program semacam socio traveling ini..

    ReplyDelete
  11. Potensial sekali pulau pisang itu dengan kerajinan tenun tapisnya. Pemberdayaan secara langsung seperti yg dilakukan mbak Ovi, membuat mereka bisa mandiri di pasar tanpa menggantungkan pada 'calo' seperti kebanyakan perajin kita.

    ReplyDelete
  12. Socio travelling ini berarti konsep jalan-jalan yang diisi kegiatan sosial gitu ya, Mbak? Keren sekali, saya jadi pengen coba juga, hhe

    ReplyDelete
  13. Namanya unik, pulau Pisang. Ternyata pusatnya kerajinan kain tapis. Dududu...harganya ajib. Tapi sesuai sih yaa dengan keruwetannya menenun kain tersebut. Ada ga ya yg engga pakai emas gitu...Kali lebih terjangkau

    ReplyDelete
  14. Baru tau nih kalau di Lampung ada pulau Pisang. Ikut kegiatan volunteer seperti ini sangat menyenangkan, bisa bertemu kawan baru dan memberikan kontribusi ke sesama demi kehidupan yang lebih baik

    ReplyDelete
  15. Seru banget keknya,, Lampung emang banyak pantai yang bagus2 ya

    ReplyDelete
  16. semoga pengabdian mahasiswa akhir untuk kampus bisa membuat perubahan agar menjadi lebih baik. Apalagi sekalian traveler di pulau pisang lampung

    ReplyDelete
  17. Namanya pulau pisang? Keren ya. Daridulu aku pengen ke Lampung belum kesampaian. Nanti kalau ada rejeki kumau ke pulau pisang kak ;D

    ReplyDelete
  18. Bertemu orang baru dan mendapat pengalaman baru nan seru pasti asyik dan menyenangkan.

    Apalagi bila diisi dengan aktifitas yang positif ya, seperti Clean up Action bersih bersih pantai gitu.
    Selain bersih, pantai jadi bebas sampah

    ReplyDelete
  19. Pulau pisang... dinamakan begitu karena aku kira di sana banyak tanaman pisang kak :)

    Btw kain tapisnya bagus ya kak..

    ReplyDelete
  20. perjalanan yang luar biasa, memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan juga refreshing menikmati keindahan alam

    ReplyDelete
  21. Keren ya, apalagi ada momentum bersih-bersih pesisir pantai. Whuaaaa aku suka pisang

    ReplyDelete
  22. Seru juga ya bisa traveling rame2, bisa kwnal banyak teman baru

    ReplyDelete
  23. keren banget mba bisa travelling rame-rame gini dan ada aktivitas sosialnya juga berupa clean up sewaktu di pantai ya itu. Duh aku tuh dari dulu pengen gitu ikutan acara jalan-jalan sambil jadi volunteer nya

    ReplyDelete
  24. seru banget mbak,, mahasiswaa yang bener emnag harus gini, nggak cuman hore2 tapi justru bisa memberi sumbangsih buat negri, apapun itu,,

    ReplyDelete
  25. Wahhh keren banget, jalan-jalan ke tempat indah sembari berbagi untuk sesama. Tapi, di sana banyak pohon pisang gak sih? :D

    ReplyDelete
  26. Saya yang tinggal di Lampung aja belum pernah kesana, hehe. Waktu itu mentok cuma sampai Labuhan Jukung dan Krui. Ada banyak lagi pantai di Lampung yang bisa dikunjungu. Salah satunya pantai Selaki, bisa lihat di tulisan saya disini 😊

    https://azkia-04.blogspot.com/2020/04/pantai-selaki-tempat-wisata-lampung.html?m=1

    ReplyDelete

Hai, calling me Ovi Roro! Thaks for your nice comment. Nice to see you.