Keajaiban Akan Datang Di Saat Yang Tepat, Yuk Tetap Tebar Kebaikan

31 comments
Tulisan ini, kisah nyata dari seorang nenek yang sudah cukup tua menunaikan ibadah umrah selama sebulan pada saat Ramadan. Untuk memudahkan mengenali tokoh tersebut, sebut saja namanya nenek Aminah yang hingga saat ini usianya sudah satu abad. Kisah ini dimulai dari kebiasannya selama di desa, kampung halamannya. Ia seorang petani janda dengan dua anak perempuan dan telah memiliki sepuluh cucu dari masing-masing anak perempuannya. Semua cucu hingga cicitnya, pasti mengenyam pendidikan di sebuah pesantren. Tak peduli apapun kondisi perekonomiannya.

Alasan klasiknya memang sudah mengakar dari dulu kalau pendidikan agama adalah pondasi kehidupan dan membiarkan mereka menimpa ilmu agama di pesantren, berarti hilanglah tanggungan hutang kepada anak maupun cucunya. Selain itu karena anak yang sholeh dan sholehah adalah penolong saat sudah berada di alam lain. Dikatakan dalam sebuah hadist bahwa akan ada 3 amalan yang tidak akan terputus darinya meski ia telah meninggal. Yaitu, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh. Maka jika kelak, amalnya sendiri tidak cukup tapi berkat salah satu dari ketiga hal tersebut dapat menjadi tersambungnya semua kebaikan padanya.

Sumber: Pinterest


Pekerjaan sehari-hari
Keseharian nenek Aminah adalah bertani sesuai kemampuannya, dan menjadi dukun pijat untuk anak-anak dan orang dewasa. Banyak pelanggan yang puas dengan pijatan nenek Aminah. Dia juga sangat rajin beribadah. Selalu menunaikan sholat berjamaah, puasa Senin-Kamis, rutin ikut kajian mingguan bersama para muslimah hingga ringan tangan kepada sesama. Tak jarang, uang hasil pijatannya ia berikan kepada cucu dan cicitnya yang hendak pergi ke sekolah, memberikan selebaran uang kepada amal masjid yang berada di pinggir jalan raya, sering soan kepada para keluarga kiai, hingga ikhlas melayani semua tamunya meski ia sedang kelelahan, keringat mengalir dari sekujur tubuhnya.

Sesungguhnya sedekah itu memadamkan amarah Tuhan dan menolak kematian yang buruk. ~ Muhammad Khalil Itani

Keajaiban sedekah
Sedekah tidak hanya tentang uang semata. Senyummu kepada saudaramu, bantuanmu untuk mereka yang tidak mampu, dan seringnya bersholawat kepada nabi Muhammad SAW  juga termasuk sedekah. Dimana dengan sedekah, dapat menghilangkan kotoran hati, dapat memperpanjang umur, dilipatgandakan pahala dari 1 menjadi 10 berlaku kelipatannya (penjelasan tentang kelipatan pahala ini dapat ditemukan dalam kitab "Lubabul Hadist") dan memperbaiki takdir buruk.


Misalnya, saat  hendak melakukan perjalanan dinas dan ditakdirkan kecelakaan dahsyat dengan efek tubuh remuk yang menurut pandangan mata akan mengantarkan jiwa ke alam lain. Dengan sedekah, meski takdir itu tetap terjadi tapi karena kebaikan berbagi yang pernah dilakukan dapat  menyelamatkan. Setidaknya jika prediksi manusia, kecelakaan tadi akan membuat korban tak terselamatkan dengan kondisi tubuh yang pasti hancur, maka atas kehendak Allah, melalui sedekahnya si korban hanya lecet atau bahkan luka ringan.

Lalu bagaimana keajaiban sedekah ini terjadi kepada nenek Aminah?
Waktu itu, nenek Aminah menunaikan ibadah umroh bersama ponakannya di bulan Ramadan di usianya yang sudah sangat senja, siapa sangka ia tetap kuat melakukan sa'ie dan serangkaian ibadah lainnya tanpa mengeluh dan hanya fokus benar-benar untuk beribadah. Selama ia di tanah suci, kebaikan hatinya selama dikampung halaman terbalas. Banyak dari mereka para jamaah yang juga menunaikan ibadah, sering memijat nenek Aminah, memberikan perhatian, bahkan memberikan uang dengan jumlah yang cukup besar. Subhanallah.

Janji Allah itu pasti
Sungguh siapapun orangnya, kembali lagi ke tanah suci untuk beribadah, tidak akan ada yang mau menolak. Demikian pula yang dirasakan nenek Aminah. Ia memohon kepada sang Khaliq agar dapat menyempurnakan ibadahnya di kota suci dengan menunaikan rukun islam yang terkahir secara sempurna. Ia pun mulai menabung mengumpulkan hasil jerih payah dan pemberian orang saat di tanah suci dulu untuk diserahkan kepada cucunya agar segera didaftarkan.

Sumber: pinterest


Oh iya, saat setelah hari raya tahun kemarin, nenek Aminah jatuh sakit yang menurut mata manusia, ia tidak akan lama menghadap-Nya tapi siapa sangka atas rasa sakit yang menimpanya, ia tetap konsisten berdikir dan berwasiat kepada cucunya jika ia tidak ditakdirkan kembali lagi ke Mekkah, semua uang yang telah ia kumpulkan dalam dompetnya dan yang dipinjam oleh orang agar di sedekahkan ke masjid. Qadarullah, Allah sembuhkan hingga detik ini nenek Aminah masih tetap sehat. Aktiv dengan segala rutinitasnya bertani, memijat pelanggan, dan beribadah.

Itulah hikmah dibalik keikhlasan nenek Aminah dalam menebar kebaikan melalui ibadah, sedekah, dan bekerja keras. Semua cucu dan cicitnya mengidolakan dan bangga padanya pun orang orang yang mengetahui sifat luhur nenek tersebut. Umur panjang yang ia miliki untuk beribadah. Semua muslimpun menginginkannya. Memiliki umur panjang dan senang beribadah.

Menebar kebaikan di era digital
Menebar kebaikan kepada sesama di era globalisasi ini dapat dilakukan dengan sangat mudah. Terlebih, umat muslim saat ini berada dalam bulan suci, bulan ramadan. Dimana selain memiliki kewajiban berpuasa, mereka juga harus membayar zakat. Untuk mempermudah melakukan zakat, kebaikan tersebut dapat dilakukan melalui dompet dhuafa. Tebar kebaikan menjadi mudah, dan amanah.

Dompet dhuafa sendiri adalah lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welas asih/kasih sayang) dan wirausaha sosial profetik. Dengan memiliki 5 pilar program utama yang memiliki tujuan besar dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-dakwah, dan budaya.

Untuk mengetahui jumlah zakat yang perlu dikeluarkan, kita tidak usah kelimpungan karena kita bisa menekan menu "Karkulator Zakat" yang sudah tersedia di websitenya sebagai rumus perhitungan pendapatan dan simpanan yang telah disesuaikan dengan kaidah fikih. Sehingga kita pun tahu sudahkah mencapai nishab untuk berzakat atau tidak.

Sedekah yang paling utama adalah sedekah ketika dalam kondisi lapang dan mampu, maka janganlah kita menunda-nunda bersedekah sampai tiba waktu sempit. ~ Abdullah Gymnastiar

Zakat dan kedudukannya
Allah mengajarkan umat manusia untuk tidak hanya menerima tapi juga memberi, tidak hanya memperoleh tapi juga membagikannya. Makanya anjuran zakat menempati posisi strategis sebagai rukun Islam yang dekat dengan sholat seperti firman Allah dalam alquran Surah Al-Baqarah (2):110 dan Al-Maidah (5):55 sehingga manusia tetap taat kepada PenciptaNya dan saling peduli sebagai mahluk sosial.  Dengan bahasa lain, umat Islam yang baik adalah mereka yang senantiasa memposisikan secara beriringan antara ibadah individual dan ibadah sosial.

Kedudukan zakat dilihat dari makna bahasanya berarti suci. Harta yang dizakati sesungguhnya dalam rangka proses penyucian atau pembersihan. Tidak mengeluarkan sebagian harta yang menjadi hak orang lain ibarat tidak membuang kotoran dalam perut bagi orang yang sudah saatnya buang air besar. Sebagian kecil harta tersebut selayak kotoran yang bisa jadi menodai keberkahan seluruh harta benda, menjalarkan penyakit tamak, atau menimbulkan keresahan dirinya sendiri dan orang lain.


Referensi: https://islam.nu.or.id/post/read/81958/makna-perintah-zakat-bergandengan-dengan-perintah-shalat-dalam-al-quran



“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Ovi RoRo
An ordinary female from Indonesia who prefer write as lifestyle blogger, she proud to be Muslimah and trying to tell something to her own podcast "24 hours with Oviroro"

Related Posts

Comments

  1. Baca kutipan ceramah aa Gym jadi auto nyanyi lagu nasyidnya Raihan. Sungguh iya banget, kak. Kadang suka lupa berbuat baik kala mampu, tapi pas ngga mampu malah inget. Astagfirullah semoga allah permudah kita untuk istiqomah berbuat baik ya, kak

    ReplyDelete
  2. Ka Oviii, aku seperti ngaca aja gitu habis baca artikel ini. Melakukan kebaikan itu mudah, tapi istikamahnya itu yang sulit yah. Jangan2 cuma pas butuhnya aja nih kita sedekah, kalo ngga butuh jadi lupa sama Allah. Astaghfirullah.

    ReplyDelete
  3. Sangat betul memang bersedekah selain membersihkan harta kita, juga melimpahkan nikmat jika bersyukur kepada nikmatNya

    ReplyDelete
  4. Keajaiban sedekah benar-benar datang disaat yang tepat dan tidak pernah kita duga sebelumnya. Cerita ini jadi pengingat buat saya supaya bisa istiqomah dalam berbuat kebaikan.. .

    ReplyDelete
  5. Berbagi kebaikan bisa dalam banyak hal yang sebenarnya, tak melulu harus dengan materi. Kalau pas berlebih bisalah pakai materi, kalau pas tak berlebih bisa dengan hal lain. Yang pasti sih akan selalu ada hal baik juga bagi yang suka menebar kebaikan ya, Kak, entah melalui zakat, infaq dan segala macamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul. tetap ulurkan tangan apapun kondisinya dan apapun yang kita miliki

      Delete
  6. Selalu berusaha untuk menebar kebaikan memang hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Betul kata Aa Gym, mumpung kita punya banyak dari segi harta, jangan tunggu sampai kita sempit. Bisa jadi pengingat

    ReplyDelete
  7. meski terkadang ada aja kesulitan kita untuk berbagi tapi enggak ada yang enggak mungkin jika sudah niat ya. emang bener sih berbagi itu ajaib banget dan dibalikinnya sama Allah dengan hal yang tak terduga. Masyaallah.

    ReplyDelete
  8. Subhanallah ya Mba Ovi Roro... sedekah itu bs menghindarkan kita dari bala bencana. Semoga kita senantiasa ringan berbagi dan menebarkan kebaikan ya Mba

    ReplyDelete
  9. Betul mba , kadang banyak yang tidak menyadari bahwa bersedekah sanggup mendatangkan keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan dan kesehatan, bukan cuma materi

    ReplyDelete
  10. Bersedekah itu kayak hijrah. Gampang ngelakuinnya tapi susah istiqomahnya.

    ReplyDelete
  11. waah ternyata kita bisa ya kak menciptakan keajaiban dari bersedekah.

    ReplyDelete
  12. Sedekah bagian dari ibadah, tidak perlu pamer ya. Cukup tuhan yang mencatatkannya

    ReplyDelete
  13. Kisah nenek Aminah jadi hikmah yang indah dari sedekah yang beliau lakukan. Masya Allah.
    Jadi pengingat nih.

    ReplyDelete
  14. keistiqomahan dalam kebaikan inilah yg berat. istiqomah dalam bersedekah, meskipun nilai sedekahnya kecil, menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan rutin terus menerus inilah yg berat

    ReplyDelete
  15. Waktu Lebaran saat saya berumur 14 tahun, saya ingat saya sekeluarga bersama sepupu pergi jalan-jalan ke Bukit Tinggi. Kami satu mobil berisi 6 orang mengalami kecelakaan. Mobil yang kami tumpangi jatuh ke jurang sedalam 15 meter kira-kira. Kami terhempas bersamaan. Tapi masya Allah, kami semua selamat, meski beberapa lecet di tangan dan kaki. Mobil kami terhempas ke batu ceper di dasar jurang yang sekitarnya sawah. Kadnag kalo pakai logika rasanya tidak akan ketemu logisnya di mana. Jawabannya hanya satu, pertolongan Allah SWT. Entah itu karena sedekah ayah ibu kita, entah itu karena kebaikan-kebaikan kecil yang pernah kita lakukan untuk orang lain, entah karena senyum yang selalu kita berikan. Selalu ada alasan untuk berbuat baik, maka teruslah menebar kebaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. allah kareem. masya allah wal hamdulillah kakak beserta keluarga selamat. iya kak benar sekali pasti keajaiban tersebut adalah kebaikan-kebaikan kakak beserta keluarga yang pernah dilakukan sebelumnya.

      Delete
  16. semoga program dompet dhuafa benar2 bermanfaat ya kak untuk masy yg membutuhkan terlebih saat pandemi corona spti ini

    ReplyDelete
  17. Terkadang memang terasa bagaikan keajaiban ya, Mbak. Pertolongan Allah itu begitu nyata dan datang dari arah yang tidak pernah kita duga. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang gemar melakukan kebaikan.

    ReplyDelete
  18. Luar biasa manfaatnya sedekah ya mbak. Dan jika dipikir-pikir, paling bahagia tuh rasanya saat melihat orang bahagia karena perbuatan kita.

    ReplyDelete
  19. manfaat dari sedekah sangat luar biasa ternyata ya kak, semoga dompet dhuafa kedepannya lbh bermanfaat

    ReplyDelete
  20. masyaAllah, keajaiban sedekah pasti selalu terasa oleh kita ya Mbak Ovi. terima kasih atas pengingatnya, semangat menebar kebaikan :))

    ReplyDelete
  21. Masya Allah, sedekah selalu membawa keajaiban, ya, Mbak. Tentu dengan ikhlas.

    Suka tulisannya. Inspiratif dan menarik 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. semoga menjadi bahan renungan buat kita untuk selalu menebar kebaikan apapun kondisinya.

      Delete
  22. Memang akhirnya kebaikan yang kita lakukan akan kembali ke kita masing2. . Disaat kita memerlukannya kelak...kalaupun tidak.. minimal dengan memberi akan membuat hati dan perasaan kita lega atau lepas..yang pastinya akan berguna bagi kesehatan tubuh

    ReplyDelete
  23. Kita akan sangat diuji di saat rezeki pas2an, apakah dgn rezeki tersebut kita mau berbagi. Kalau mau, maka pas rezeki berlebih akan sangat mudah kita berbagi kpd org lain

    ReplyDelete
  24. Kisah nenek aminahnya menyentuh banget. Reminder buatku utk ttp inget bersedakah dalam kondisi apapun.

    Dompet dhuafa juga sering aku pakai utk menyalurkan zakat , infaq juga wakaf mba. Bahkan kurban kadang2 aku salurkan lwt mereka. Udah percaya lah Ama organisasi ini sedari dulu. Aku yakin mereka amanah :). Lebih gampang juga jadinya, tinggal trf, selebihnya mereka yg urus :)

    ReplyDelete
  25. Di zaman yang serba modern ini, memberikan sedekah bisa lewat mana saja. Di tengah pembatasan sosial yang sedang dihadapi pun kita bisa tetap membantu sesama walaupun tidak bertatap muka. Intinya tetap berbuat kebaikan dan sedekah

    ReplyDelete
  26. Jadi teringat kata seseorang "10 ribu kecil bagi kita tapi besar bagi orang lain" Dan mungkin orang lain itu adalah diri kita disuatu hari nanti

    ReplyDelete
  27. Masya Allah.. bersyukur ya sekarang ada platform yang memudahkan kita untuk bersedekah. Semoga selalu dimudahkan juga rezeqy kita untuk selalu bersedekah, aamiin..

    ReplyDelete

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter